Sabtu, 7 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas

Menolak Mutasi karena sentimen pribadi pimpinan

Konsultasi KetenagakerjaanKatagori: QuestionsMenolak Mutasi karena sentimen pribadi pimpinan
Munadi asked 1 bulan ago

kepada Admin yang terhormat…
Sy Ingin mengajukan pertanyaan..
Sy Bekerja di salah satu bank Swasta dan di mutasi pertanggal 1 November 2019 di kabupaten Pinrang sulawesi selatan karena ketidaksukaan atau sentimen pribadi pimpinan..Dengan alasan memutasi sy di daerah kabupaten pinrang karena di daerah tersebut kekurangan karyawan sedangkan di daerah sy di makassar tempat sy bekerja saat ini jelas-jelas Sangat kekurangan orang juga…di kantor cabang pembantu tempat sy bekerja saja hanya tersisa 2 orang yaitu teman dengan saya…yang normalnya 4 orang untuk memenuhi kuota karyawan di kantor cabang pembantu kami..belum lagi di kantor cabang pembantu lainnya yang ada di kota makassar hanya terdapat 2-3 orang karyawan saja padahal untuk memenuhi kuota kantor cabang pembantu tersebut seharusnya 4 orang …jadi alasan pimpinan Untuk memutasi sy tidak masuk akal karena di makassar juga kekurangan karyawan..
Sy adalah pegawai tetap di bank tersebut sejak tahun 2011 dan mulai bekerja pada bulan 5 tahun 2010..berarti sy sdh bekerja 9 tahun 5 bulan..
Alasan mutasi ini sy anggap hanya akal-akalan pimpinan saja agar sy mengundurkan diri atau sy di anggap mangkir karena tidak melaksanakan perintah perusahaan agar perusahaan tidak membayarkan uang pesangon , uang penghargaan masa kerja ,uang penggantian hak dll yang menjadi hak saya sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), (3), (4) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Sy tidak melaksanakan mutasi ini dengan alasan keluarga Dan anak sy baru kelas 1 SD yang sangat membutuhkan perhatian dan di bulan 6-7 sy sakit tipes sekitar 1 bulan dan saran dokter perlu istirahat minimal 3 bulan agar kondisi kembali normal sehingga kinerja sy menurun di bulan 8,9 dan 10 , sy juga sudah membuat surat komitmen 6 bulan kedepan pada tgl 27 agustus 2019 untuk memperbaiki kinerja dan sudah sy serahkan ke pimpinan tapi semua itu tidak menjadi pertimbangan dan sy sudah komunikasikan dengan pimpinan tetapi pimpinan tetap tidak mau terima alasan atau mempertimbangkan yg menjadi alasan sy agar tidak di mutasi .. tetapi pimpinan tetap saja membuat surat mutasi untuk sy..
sy tau mutasi ini hanya akal-akalan pimpinan saja agar sy segera mengundurkan diri atau Sy di anggap mangkir karena tidak melaksanakan mutasi ini sehingga sy tidak mendapatkan Uang pesangon,uang penghargaan masa kerja ,uang penggantian hak dll sebagaimana yg di atur dlm uu ketenagakerjaan menurut admin sebaiknya langkah-langkah apa yang harus sy lakukan agar sy mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja ,uang penggatian hak dll yang menjadi hak sy Sebagai karyawan sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), (3), (4) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
..Terima kasih…

1 Answers
adminbo Staff answered 2 minggu ago

Dear Pak Munadi, Pembaca BuruhOnline,
Penempatan tenaga kerja memang merupakan hak Perusahaan, tetapi harus mempertimbangkan ketentuan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Mekanisme mutasi tidak diatur secara spesifik dalam ketentuan perundang-undangan, sehingga haruslah diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama. Apabila mutasi diatur, maka pelaksanaannya harus sesuai dengan PK/PP/PKB. Tetapi jika tidak diatur, maka mutasi tersebut dapat dikualifikasikan sebagai perubahan syarat-syarat kerja. Dan apabila pekerja sudah tidak lagi menghendaki hubugan kerja, maka dapat mengajukan permohonan PHK ke Pengadilan sesuai Pasal 169 ayat (1) huruf e Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.
Demikian, terima kasih.